Monday, September 21, 2015

Jelajah Alam Lombok Part 1

Siapa yang tidak mengenal Gili Trawangan. Pulau yang berada di utara Pulau Lombok ini menyimpan sejuta pesona. Kali ini Penjelajah Alam berkesempatan untuk mengunjungi Gili Trawangan. 
Penjelajah Alam memulai perjalanan di Kalibata - Jakarta Selatan pukul 06.00 WIB dengan memanfaatkan jasa Damri. Transportasi publik yang satu ini  nyaman, dengan fasilitas penyejuk udara, tempat penyimpanan koper yang luas, tempat untuk charger telepon genggam serta tempat duduk yang memadai untuk penumpang. Sangat dianjurkan untuk mencoba transportasi ini apabila berencana berpergian ala ala backpacker.
Pukul 08.00 WIB, Penjelajah Alam sampai di Bandara Soekarno Hatta. Kami langsung mencari sarapan karena kebetulan belum sempat sarapan tadi. Kami sepakat untuk sarapan di AW, salah satu restoran fastfood ternama di Jakarta. 
Kira-kira pukul 08.00 WIB, kami check in, kebetulan kali ini kami menggunakan jasa Batik Air. offer all pelayanan maskapai ini bagus dan rekomended banget. Fasilitas yang ditawarkan hampir sama dengan maskapai lainnya, nilai plus nya dengan budged minim kami mendapatkan makan siang saat penerbangan.
Batik Air Jakarta (CGK) - Lombok Praya (LOP)
Kurang lebih 1jam lebih 55 menit kami menikmati terbang bersama Batik Air, dan akhirnya landing dengan smooth di Bandara Internasional Lombok (LOP) - Praya. Terima kasih kepada Kapten Wiweka, penerbangannya berjalan sangat mulus :) 
bisa dibilang ini untuk pertama kalinya Penjelajah Alam menginjakkan kaki di Bandara Internasional Lombok (LOP) Praya. Sepintas sama dengan bandara lainnya. yang berbeda mungkin banyaknya calo yang menawarkan paket perjalanan Lombok ataupun jasa supir. Agak kurang nyaman sebenarnya, tapi setidaknya ini memudahkan pelancong yang berniat berwisata di Lombok.
Singkat cerita, kami membeli karcis Damri ke Senggigi. Loket Damri terletak setelah pintu keluar dari Bandara. Untuk Damrinya sendiri berada di parkiran Bandara, untuk menghindari terjadinya salah jurusan, saat itu Penjelajah Alam menanyakan jurusan dengan kernet Damrinya langsung.
Damri di lombok berukuran lebih kecil dari Damri di Jakarta. Secara fasilitas hampir sama, namun seat penumpang tentunya lebih sedikit. 
Sekitaran 45 menit kemudian kami singgah di Senggigi. Cuaca sangat panas saat itu, namun perjalanan harus dilanjutkan menggunakan ojek. Sekitaran 45menit kami berjibaku dengan panasnya jalanan, melewati hutan pusuk yang terkenal dengan fauna nya yaitu monyet. Sampailah kami di Pelabuhan Bangsal.
Tukang ojek yang kami sewa jasanya kebetulan baik, namanya Bapak Anto bisa telepon kesini 0819-0777-4185. Pak Anto ini mengantarkan kami sampai ke tempat pembelian tiket boat penyebrangan ke Gili Trawangan.
Demi mengejar waktu, tanpa pikir panjang kami langsung membeli tiket Public Boat. Untuk diketahui, Public Boat ini sangat murah, sangat terjangkau untuk kantong Backpacker. Kapal akan diberangkatkan jika jumlah penumpang sudah mencukupi 40 orang. Perjalanan selanjutnya akan ditempuh dalam waktu 45menit.
Public Boat, kapal ini terbuat dari kayu, terbuka dan agak lama jalannya, sesuai dengan budged yang dikeluarkan. Saat itu angin sangat kencang, sehingga kondisi laut saat itu berombak tinggi. Kapal sangat oleng, yang terpikirkan saat itu, bagaimana bila kapal ini terbalik, sedangkan kondisi alat pengaman seperti pelampung saja tidak tersedia.
Kondisi Laut Menuju Gili Trawangan
Penjelajah Alam akhirnya menginjakkan kaki nya di Gili Trawangan setelah hampir 30menit terombang ambing di tengah laut atau lebih tepatnya di selat antara Gili Air dan Gili Meno.

No comments:

Post a Comment